Menjangkau Dengan Kasih


Dalam Warta 120212

Orang-orang melakukan apa yang Anda lakukan, bukan apa yang Anda katakan!



Kasih Yesus mengalahkan dosa, menghapus rasa malu, menyembuhkan luka, mendamaikan musuh, menyatukan kembali mimpi yang rusak dan pada akhirnya mengubah dunia... satu kehidupan pada suatu waktu.

Kami memiliki kasih Yesus. Itu berarti masa depan dunia terletak pada Anda dan saya - kita adalah gereja - tubuh Kristus yang Yesus harapkan bisa menjadi garam dan terang. Anda dan saya, dengan kuasa Roh Kudus, tidak bisa tidak berbagi kasih dan damai dan kebaikan Yesus Kristus. Oleh karena itu, semua yang kita lakukan harus untuk tujuan memenangkan satu jiwa lagi bagi Yesus Kristus.

Ayat kunci Matius 28:19-20
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Gereja mula-mula dipenuhi dengan Roh Kudus, mentaati Tuhan dan dalam waktu beberapa minggu sudah ada 8000 jiwa (belum termasuk wanita dan anak-anak) menerima Tuhan. Bagaimana ini dapat terjadi?

1)      Proklamasi umum

Ketika Roh Kudus turun atas para rasul mereka segera mulai memberitakan kabar baik dengan penuh keberanian, Peter tidak kompromi dalam pesannya. Dia mengatakan kepada mereka untuk bertobat (Kisah 2:38,40, Kis 3:19). Mereka tidak bisa “berhenti menceritakan tentang apa yang [mereka] lihat dan dengar" (Kisah Para Rasul 4:20)”

Untuk berbagi kabar baik (Injil) harus menjadi prioritas pertama dalam kehidupan kita. Para rasul menunjuk 7 diaken untuk mengurus hal-hal rutin lainnya sehingga mereka bisa "memberi perhatian lebih dalam doa dan pelayanan penginjilan" (Kis 6:4). Dalam setiap Cool, ini harus menjadi fokus ... berdoa meminta hati untuk jiwa yang belum diselamatkan, untuk gairah dalam memberitakan Injil dan, seperti para rasul dalam Kisah 4:29-30, untuk keberanian dari Tuhan dan Roh kudus dan agar Tuhan mengadakan tanda-tanda ajaib dan mujizat melalui nama Yesus Kristus. Didalam setial COOL, Firman harus dibagikan, tetapi doa akan menjadi motor yang menggerakkan penginjilan dan membagikan kesaksian oleh anggota Cool di kalangan mereka sendiri. (Act 5:25). Mereka berbicara dengan berani pada setiap kesempatan yang mereka miliki.

2)      Penginjilan yang antusias

Percayalah bahwa Allah menyiapkan janji ilahi, apalagi bila kita memintanya. Mintalah kepekaan yang lebih besar untuk mendengar suara Allah dan rahmat untuk mematuhi segera tanpa bertanya-tanya, dorongan Roh Kudus untuk berbicara kepada orang yang Dia tempatkan di jalan kita. Dia akan mempersiapkan hati mereka dan Dia mengutus kita untuk menabur benih dalam hidup mereka. Petrus dan para rasul memproklamirkan kabar baik di setiap kesempatan (Kis 4:25) bahkan setelah mereka dibebaskan dari penjara secara ajaib.

Kita dapat dan harus berbicara kepada banyak orang di sekolah, kantor, lingkungan kampus, tetapi kita perlu dilengkapi dengan Firman sehingga kita dapat mentaati Tuhan yang mengatakan kita pun harus mengajarkan orang yang baru percaya. Ketika kita menghadiri KOM, Cool dan belajar lebih banyak tentang Firman Tuhan, kita akan mampu melakukan apa yang para rasul lakukan di Kisah Para Rasul 5:42


3)      Pelayanan yang berarti (Kis 2:45 & Kis 4:32).             

Kehidupan yang berpenginjilan sangatlah efektif. Orang-orang melakukan apa yang Anda lakukan, bukan apa yang Anda katakan. Jika kita memberitakan Firman Tuhan, tetapi gaya hidup kita tidak konsisten dengan apa yang kita beritakan maka kita tidak akan dapat memenangkan jiwa bagi Yesus. Lebih buruk lagi, mungkin kita adalah penyebab mengapa mereka merasa kecewa atau dikecewakan oleh orang Kristen.
a.       Mari kita meminta hikmat untuk mengubah diri kita sehingga kita dapat menghasilkan buah pertobatan dan buah Roh yang dapat dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita. (Gal 5:22-23)
b.      Marilah kita selalu siap untuk mengulurkan tangan kepada orang miskin dan yang membutuhkan. Maka tidak hanya akan kita alami multiplikasi dan promosi tetapi kita akan mencontoh para rasul dalam Kisah para Rasul 4:32-35 di mana oleh karena kemurahan hati orang-orang percaya "tidak ada orang miskin di antara mereka" (Kisah Para Rasul 4:34).

Bagaimana kita dapat melakukan ini? Melalui doa, doa dan doa lagi

1.       Berdoalah bagi orang Kristen di bangsa-bangsa, sehingga mereka akan berapi-api dalam mencari, menyembah dan meninggikan Allah dan melalui kehidupan mereka yang sudah diubahkan dapat menarik orang kepada Kristus Yesus.
2.       Berdoalah meminta kesempatan untuk berbagi mengenai Yesus dengan keluarga, teman dan tetangga.
3.       Berdoalah meminta keberanian untuk bersaksi di pasar, kantor, sekolah, kampus dll
4.       Berdoa agar kasih bertambah dalam hati kita agar dapat peduli terhadap orang miskin dan yang membutuhkan
5.       Berdoalah meminta gairah untuk menjadi saksi-Nya dan memiliki keinginan untuk melihat orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, yaitu Yesus Kristus (1 Tim 2:4)

Gereja melihat setiap cara (misi & penjangkauan) sebagai kesempatan untuk melayani Tuhan dengan menjangkau jiwa bagi Kristus. Kita dibawa bersama, pada saat ini dan di tempat ini (disebut & dipilih) oleh Tuhan karena kasih-Nya bagi kita dan jiwa-jiwa yang hilang.

Kita tidak lagi menjadi orang Kristen yang kurang berdoa, belum dewasa, merengek-rengek. Allah telah memanggil, memilih dan mengirimkan kita untuk keluar untuk menyiapkan orang-orang yang layak bagi Tuhan.

Kau dan aku, dengan kuasa Roh Kudus, bisa mengubah keadaan sekarang ini. Jika gereja awal dapat melakukannya, kita juga bisa.

Panen sudah matang dan musim sudah tiba. Oleh anugerah-Nya mari kita membawa satu jiwa lagi kepada Yesus. AMIN

source:
bethany.atlanta.org

Menabur Benih Kemurahan Hati


Oleh : Johan Lomantojo dalam Warta 290112

,,,kita dipanggil untuk menjadi berkat 
dan percayalah saat kita belajar bermurah hati,  
tidak akan habis apa yang ada pada kita,,,


Kehilangan tidak diinginkan dalam diri manusia, setiap orang akan berusaha mencegah kehilangan dari miliknya, entah itu berupa materi atau kehidupan, tanpa menyadari bahwa segala yang ada pada kita adalah milik Tuhan, susah untuk menerima keadaan tersebut  dan seringkali orang tidak bisa memberi karena dia takut ada sesuatu yang hilang dari miliknya, suatu pola pikir yang salah. Memang saat memberi ada yang mengalir keluar dari diri kita tapi seharusnya hal ini tidak membuat merasa kehilangan, karena  kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan, Abraham diberkati untuk menjadi berkat, demikian juga keturunannya secara iman, kita dipanggil untuk menjadi berkat dan percayalah saat kita belajar bermurah hati,  tidak akan habis apa yang ada pada kita, karena Tuhan  yang selalu mengalirkan berkatNya bagi kita, masalahnya apakah kita bisa menjadi saluran yang baik dari berkat Tuhan. Janganlah menjadi orang kaya yang bodoh, yang semakin memperbesar lumbungnya untuk menimbun harta bagi dirinya sendiri tapi tidak menyadari bahwa  telah kehilangan jiwanya. (baca Lukas 12:16-21)

Firman Tuhan mengingatkan kepada orang percaya saat ini agar waspada terhadap ketamakan (Lukas 12:15) dan cara yang Tuhan inginkan agar tidak terjebak dengan ketamakan adalah dengan bermurah hati, kemurahan hati adalah penggerak kepedulian, kemurahan hati identik dengan memberi, dengan bermurah hati akan mematikan gaya hidup konsumerisme dan materialisme yang banyak menguasai masyarakat saat ini, dan kemurahan hati perlu diajarkan dan dilatih karena pada dasarnya manusia cenderung untuk mementingkan diri sendiri..

Dan  tempat terbaik untuk menabur benih kemurahan hati adalah di dalam keluarga, anak-anak melihat bagaimana orang tua mereka memperlakukan orang yang sedang membutuhkan datang dan meminta tolong…, kemudian mereka akan melihat tindakan apa yang dilakukan, dalam  peristiwa yang sama akan terulang mereka menilai orang tua, dan  setiap keputusan orang tua mereka adalah dasar bagi mereka untuk bertindak saat mereka tumbuh dan bertemu dengan orang –orang yang memerlukan pertolongan. Apakah orang tua menabur kemurahan hati atau sikap mementingkan diri sendiri.

Perasaan sayang orang tua kepada anak yang begitu besar, seringkali membuat anak-anak lebih mudah untuk mendapatkan keinginan mereka, dan orang tua berusaha untuk memenuhinya, tetapi bila tidak seimbang dalam memperlakukan mereka, anak-anak akan tumbuh menjadi orang yang berpusat kepada dirinya sendiri, dan tidak mudah untuk peduli kepada orang lain. Adalah lebih baik untuk mengarahkan mereka kepada sumber dari segala sesuatu yaitu Tuhan, yang sanggup untuk untuk memenuhi segala keperluan dalam hidup ini. Tuhan memberkati.